Kesimpulan Evolusi Teori Manajemen


IV.             KESIMPULAN
v  Setiap ahli memberi pandangan yang berbeda tentang definisi manajemen, namun secara umum manajamen dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang-orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
v  Dalam kaitannya dengan bidang pendidikan manajemen dapat diartikan sebagai suatu penataan bidang garapan pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas perncanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pembinaan, pengkoordinasian, pengkomunikasian, pemotivasian, penganggran, pengendalian, pengawasan, penilaian, dan pelaporan secara sisitematis untuk mencapai tujuan pendidikan secara berkualitas.
v  Teori dan prinsip manajemen memberikan kemudahan dalam menentukan hal-hal  yang harus dikerjakan secara efektif untuk menjadi seorang manajer. Terdapat tiga aliran manajemen yang mengikuti evolusinya, yaitu: Teori Klasik, Teori Neo-Klasik (hubungan manusia), dan Teori Modern.
v  Teori klasik berasumsi bahwa para pekerja atau manusia itu sifatnya rasional, berfikir logik, dan kerja merupakan suatu yang diharapkan. Teori klasik dibagi menjadi dua yakni teori menajemen ilmiah dan organisasi klasik.
v  Teori manajemen ilmiah menekankan pada empat belas prinsip dan ketermpilan yang mendasari manajemen yang efektif. Empat belas prinsip tersebut, di antaranya ialah pembagian kerja, wewenang, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan arah, meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan umum, balas jasa, sentralisasi, hirarki, tertib, keadilan, stabilitas staf, inisiatif, dan semangat korps.
v  Teori manajemen hubungan manusia (neo-klasik) berasumsi bahwa manusia itu makhluk sosial dengan mengaktualisasikan dirinya. Teori ini juga memandang kemungkinan bahwa pekerja yang menerima perhatian khusus akan bekerja lebih baik hanya karena mereka menerima perhatian tersebut
v  Teori modern berdasarkan hal-hal yang sifatnya situasional. Artinya orang menyesuaikan diri  dengan situasi dihadapi dan mengambil keputusan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan. Asumsi yang dipakai ialah bahwa orang itu berlainan dan berubah baik kebutuhannya, rekasinya, tindakannya yang semuanya bergantung pada lingkungan. selanjutnya orang itu bekerja pada di dalam suatu sistem untuk mencapai tujuan.

Untuk Melihat Isinya Silahkan buka  dengan cara klik daftar isi berikut ini :